Minggu, 16 Desember 2012

Ightanim Khomsan Qobla Khomsin


Ightanim khomsan qobla khomsin
bersabda Rasulullah SAW : "Ightanim khomsan qobla khomsin hayataka qobla mautika wa syababaka qobla haramika  wa shihhataka qobla saqamika wa ghinaka qobla faqrika wa sa`atika qobla dloiqika."

manfaatkanlah 5 hal sebelum datang 5 hal lain
1. hidupmu sebelum matimu

2. mudamu sebelum tuamu

3. sehatmu sebelum sakitmu

4. kaya mu sebelum miskinmu

5. luangmu sebelum sibukmu
1.Hayataka qobla mautika; mumpung masih hidup sebelum mati,
pergunakanlah umur itu se
-produktip mungkin, karena hanya ketika hidup
orang bisa berinvestasi untuk kebahagiaan akhirat nanti. Jika orang
sudah mati maka produktifitasnya habis, Hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad:

عَنْ أبِى هُرَيْرَة (ر) أنَّ رَسُول الله .صَ. قَالَ: إذَا مَاتَ الإنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ:
صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, اَووَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ (رواه ابو داود)
“Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya atau anak yang shalih yang mendo’akannya”.(H.R Muslim)
Maka mumpung masih hidup, perbanyaklah amal jariah, yakni amal yang kemanfaatannya berumur
panjang dan dimanfaatkan oleh orang banyak, misalnya bikin jembatan,
jalan, gedung sekolah, masjid, rumah sakit dsb. Ajarkan ilmu
pengetahuan yang anda miliki kepada orang lain, maka selagi ilmu anda
diamalkan, anda masih tetap dapat pahalanya, dan didiklah anak anda
hingga menjadi anak saleh, karena hanya doa anak saleh yang dijamin
diterima Tuhan.

2.
Syababaka qobla haramika. Mumpung masih muda , sebelum pikun,
gunakan masa muda untuk belajar dan bekerja keras, sebagai mana dikatakan dalam pribahasa indonesia, belajar diwaktu muda seperti orang melukis diatas batu, tidak mudah hilang,
sedangkan belajar diwaktu tua apalagi setelah pikun, seperti melukis
diatas air, langsung lupa. Juga bekerja keraslah di usia muda untuk
menabung, agar di usia tua nanti tinggal menikmati buah dari tanaman
ketika masih muda. Orang, ketika sudah pikun, ia kembali lemah sepeti
anak-anak, kembali bodoh seperti ketika belum sekolah


3.
Shihhataka qobla saqamika. Mumpung masih sehat, sebelum sakit. Sehat
bukan saja kenikmatan, tetapi juga peluang. Dalam kondisi sehat orang
bisa mengerjakan banyak hal, bisa mengatasi banyak hambatan, bisa
mengumpulkan cadangan untuk jika sewaktu-waktu sakit. Sehat itu satu
kenikmatan yang jarang disadari, baru setelah sakit orang menyadari
betapa bermaknanya sehat.

4.
Ghinaka qobla faqrika,. Mumpung masih punya, masih kaya, belum
bangkrut, gunakan kekayaan anda untuk hal-hal yang positip bagi orang
banyak, keluarga, tetangga atau masyarakat luas, karena jika anda
keburu bangkrut anda tidak lagi mampu memberi, dan baru menyadari
betapa bermaknanya kontribusi orang kaya. Ciri orang kaya adalah sudah
tidak punya kebutuhan dan memiliki kemampuan untuk memberi. Jika orang
sudah pegang banyak tetapi kebutuhannya malah lebih banyak sehingga ia
tidak mampu memberi malah mengambil jatah orang miskin, maka orang
seperti itu bukanlah orang kaya. Oleh karena itu ada orang kaya harta
miskin hati, dan ada orang yang miskin harta tapi kaya hati. Orang
yang kaya hati, punya lima ribu upiah masih bisa memberi empat ribu
rupiah. Ayo mumpung masih kaya, belum bngkrut.


5.
Sa`atika qobla dloiqika. Mumpung masih punya kelapangan , belum
terhimpit kesempitan , mumpung sempat belum sempit, gunakan kesempatan
itu untuk melakukan hal yang terbaik. Kesempatan sering tidak datang
dua kali, jangan sia-siakan kesempatan. Jangan salah pilih dan salah
mengambil keputusan ketika kesempatan terbuka. Banyak orang
menggunakan "kesempatan" dalam "kesempitan" yang berujung pada
penyesalan yang panjang, hanya nikmat sesaat berujung pada derita
selamanya. Hati-hati terhadap permulaan kesempatan. Wallohu a`lamu
bissawab.


Kamis, 06 Desember 2012

INDAHNYA PARE KEDIRI



Namaku Nazwa. Saat liburan kuliah tiba, aku dan Riri ingin menunaikan rencana kami 2 tahun yang lalu. Yaitu berkunjung ke kampung inggris. Dimana kampung yang lebih dari 20 buah lembaga bimbingan belajar menawarkan kursus Bahasa Inggris dengan program-program D2, D1 atau short course untuk mengisi waktu liburan. Pare  sebagai pusat belajar Bahasa Inggris yang murah, efisien dan efektif sudah terkenal hingga keluar Pulau Jawa, berbagai jenis tempat penginapan dan kost yang menampung para pelajar dan maupun pekerja.
9 Juli 2012, akhirnya aku bisa menempuh Pare. Hari demi hari aku lewati dengan enjoy and Happy. Meskipun aku harus mengorbankan liburanku bersama keluarga. Aku memang jarang kumpul bersama keluarga, liburan panjang aku habiskan untuk aktivitas diluar atau organisasi. Liburan ini terasa sangat menyenangkan, aku bisa berkumpul dengan orang-orang hebat dan mempunyai banyak teman baru maupun link bisnis. Walaupun penuh debu dan panas yang terik, tidak mematahkan semangatku untuk meningkatkan minat untuk menggali ilmu disana.
***
            Hafiz nama panggilannya, dia adalah cowok berdarah melayu yang mengikuti program bahasa inggris selama 2 minggu hampir lancar berbahasa inggris. Semenjak ummi dan abinya menikah, mereka lebih memilih tinggal di Malang tepatnya di Dinoyo, yang tidak jauh dari Pare Kediri.
            Aku adalah salah satu orang yang mengagumi sosok Hafiz waktu itu. Saat perkenalan berlangsung, aku orang yang pertama menperkenalkan diri di program pronouncation yang dibimbing oleh Mr. Umar, sedangkan Hafiz yang terlambat dan dia memperkenalkan diri terakhir kali.....
Waktu perkenalan pun, semua pandangan wanita yang sedang mengikuti program belajar tertuju kearahnya. Ternyata dia saudara seimanku. Rasa senang, kagum, dan suka menyatu dibenakku. Walaupun aku tak tahu bagai mana perasaan dia sama aku.
Teman-teman yang ada di tempat study pun semangat menanyakan tentang tempat asalnya, yang tadi awalnya sudah terlontarkan kepada ku, sekarang pertanyaannya terlontarkan kepada dia.
Rasa suka ini aku pendam selama program berlangsung di kampung inggris. Hari demi hari yang aku jalani, semuanya dapat memotivasi aku dalam belajar. Bagai mana tidak, sosok Hafiz selalu melekat dibenakku.
Keakraban kami semakin lancar setelah perkenalan di Kampung inggris. Apa lagi Hafiz sering menanyakan tentang aktivitas dan keluargaku selain jadwal program.